Nama
: Silva Bianca
Nim : 1701368743
Hari ini tepatnya hari Minggu
tanggal 17 Mei 2015, kami memiliki jadwal untuk mengikuti komunitas
melakukan pengajaran kepada anak jalanan. Pengajaran tersebut di lakukan di tempat
komunitas KOPAJA yang terletak di Rawamangun. Kami berangkat pukul 6 pagi dan
tiba di Rawamangun pada pukul 7 pagi.
Awalnya kami berfikir bahwa tempat komunitas KOPAJA yang akan mudah untuk di temukan dan berada di pinggir jalan. Ternyata kami salah. setelah kami cari, kami belum juga menemukan tempat mengajar tersebut. Setelah hampir 30 menit mencari akhirnya kami memakirkan mobil kami dan memilih untuk berjalan kaki kemudian menanyakan kepada orang-orang di sekitar tentang tempat ajar ini. Banyak sekali orang yang kami tanyai dan mereka tidak mengetahui dimana tempat atau rumah mengajar tersebut. Tapi akhirnya ada satu orang pemuda yang mengetahuinya, ia memberikan arah kepada kami. Kami pun mengikuti arah yang di berikan oleh pemuda tersebut.
Tiba-tiba kami
sampai di gang atau belokan yang di katakan oleh pemuda tadi. Tetapi kami ragu,
karena tempat itu sangat kumuh dan di penuhi oleh karung-karung sampah.
Kami ragu untuk
masuk tetapi akhirnya kami meyakinkan diri dna masuk. Kemudian, kami bertanya
kepada warga setempat. Warga setempat dengan ramah menunjukkan rumah tempat
mengajar anak-anak jalanan tersebut.
Kami pikir bahwa tempat mengjar
tersebut merupakan rumah mengajar yang di miliki oleh komunitas, namun tidak.
Rumah yang di gunakan merupakan rumah tetua yang ada di lingkungan tersebut
yang bernama Bapak Agus. Akhirnya kami sampai di rumah tersebut, setelah
melewati gang-gang dengan penuh tumpukan sampah. Saat tiba di rumah tersebut,
ternyata Pak Agus masih tidur. Akhirnya kami menunggu beberapa saat hingga Pak
Agus bangun.
Kurang lebih jam setengah 9 Pak
Agus membukakan pintu untuk kami dan menyuuruh kami untuk masuk. Kamu
menjelaskan maksud dan tujuan kami datang ke sana. Pak Agus dengan senang hati
juga menerima kami untuk mengajar anak-anak yang biasa di ajar di rumahnya
tersebut.
kami mengobrol dengan anak-anak
setempat yang biasa mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah itu. Mereka
berkata bahwa mereka sangat ingin untuk belajar dan mempelajari hal-hal baru yang
selama ini tidak mereka ketahui. Mereka juga ingin mendapatkan pendidikan yang
sama seperti yang di dapatkan anak-anak lainnya di sekolah. Bahkan mereka sudah
menunggu dari jm 8 pagi untuk belajar yang sebenarnya di mulai pada jam 9.
kami langsung naik ke lantai 2
tempat dimana anak-anak biasanya belajar. Ada sekitar 20 anak yang datang hari
itu. Ruangan belajarnya sangat sangat kecil sehingga tidak ada lagi ruang untuk
bergerak. Anak-anak belajar dengan menggunakan meja lipat yang kebanyakan
kondisinya sudah tidak layak.
Disini, anak-anak diajarkan
materi seperti perhitungan dasar, membaca, menulis, dan kerajinan tangan. pada
hari pertama kami mengajar dan memperkenalkan diri. Anak-anak sangat senang dan
antusias akan kedatangan kami. Kegiatan mengajar anak-anak seperti ini adalah
pengalaman pertama saya dalam mengajari anak-anak. Ternyata sangat menyenangkan
Tetapi, tidaklah mudah. Banyak anak-anak yang tidak bisa diatur.
Tetapi kami salut dengan antusias dari para anak-anak
dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hari itu pun selesai, kami dan
anak-anak kembali ke rumah kami masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar