Sabtu, 06 Juni 2015

Hari pertama, 17 Mei 2015.



Nama : Silva Bianca

Nim       : 1701368743

                Hari ini tepatnya hari Minggu tanggal 17 Mei 2015,  kami memiliki jadwal untuk mengikuti komunitas melakukan pengajaran kepada anak jalanan. Pengajaran tersebut di lakukan di tempat komunitas KOPAJA yang terletak di Rawamangun. Kami berangkat pukul 6 pagi dan tiba di Rawamangun pada pukul 7 pagi.




                Awalnya kami berfikir bahwa tempat komunitas KOPAJA yang akan mudah untuk di temukan dan berada di pinggir jalan. Ternyata kami salah. setelah kami cari, kami belum juga menemukan tempat mengajar tersebut. Setelah hampir 30 menit mencari akhirnya kami memakirkan mobil kami dan memilih untuk berjalan kaki kemudian menanyakan kepada orang-orang di sekitar tentang tempat ajar ini. Banyak sekali orang yang kami tanyai dan mereka tidak mengetahui dimana tempat atau rumah mengajar tersebut. Tapi akhirnya ada satu orang pemuda yang mengetahuinya, ia memberikan arah kepada kami. Kami pun mengikuti arah yang di berikan oleh pemuda tersebut.







Tiba-tiba kami sampai di gang atau belokan yang di katakan oleh pemuda tadi. Tetapi kami ragu, karena tempat itu sangat kumuh dan di penuhi oleh karung-karung sampah. 











Kami ragu untuk masuk tetapi akhirnya kami meyakinkan diri dna masuk. Kemudian, kami bertanya kepada warga setempat. Warga setempat dengan ramah menunjukkan rumah tempat mengajar anak-anak jalanan tersebut. 



                Kami pikir bahwa tempat mengjar tersebut merupakan rumah mengajar yang di miliki oleh komunitas, namun tidak. Rumah yang di gunakan merupakan rumah tetua yang ada di lingkungan tersebut yang bernama Bapak Agus. Akhirnya kami sampai di rumah tersebut, setelah melewati gang-gang dengan penuh tumpukan sampah. Saat tiba di rumah tersebut, ternyata Pak Agus masih tidur. Akhirnya kami menunggu beberapa saat hingga Pak Agus bangun. 






                Kurang lebih jam setengah 9 Pak Agus membukakan pintu untuk kami dan menyuuruh kami untuk masuk. Kamu menjelaskan maksud dan tujuan kami datang ke sana. Pak Agus dengan senang hati juga menerima kami untuk mengajar anak-anak yang biasa di ajar di rumahnya tersebut.



                kami mengobrol dengan anak-anak setempat yang biasa mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah itu. Mereka berkata bahwa mereka sangat ingin untuk belajar dan mempelajari hal-hal baru yang selama ini tidak mereka ketahui. Mereka juga ingin mendapatkan pendidikan yang sama seperti yang di dapatkan anak-anak lainnya di sekolah. Bahkan mereka sudah menunggu dari jm 8 pagi untuk belajar yang sebenarnya di mulai pada jam 9.

                kami langsung naik ke lantai 2 tempat dimana anak-anak biasanya belajar. Ada sekitar 20 anak yang datang hari itu. Ruangan belajarnya sangat sangat kecil sehingga tidak ada lagi ruang untuk bergerak. Anak-anak belajar dengan menggunakan meja lipat yang kebanyakan kondisinya sudah tidak layak. 




                Disini, anak-anak diajarkan materi seperti perhitungan dasar, membaca, menulis, dan kerajinan tangan. pada hari pertama kami mengajar dan memperkenalkan diri. Anak-anak sangat senang dan antusias akan kedatangan kami. Kegiatan mengajar anak-anak seperti ini adalah pengalaman pertama saya dalam mengajari anak-anak. Ternyata sangat menyenangkan Tetapi, tidaklah mudah. Banyak anak-anak yang tidak bisa diatur.


         



                Tetapi kami salut dengan antusias dari para anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hari itu pun selesai, kami dan anak-anak kembali ke rumah kami masing-masing.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar